Jangan Sia-siakan Waktu Anda Dengan Penyesalan

“Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka.” (Amsal 4:25).

Anda tidak usah berkeliling dengan segala rasa bersalah. Rasul Paulus mengatakan, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.” (Roma 3:23-24).

Allah mau mengampuni anda. Bayangkan sebuah papan tulis besar yang bertuliskan semua dosa anda di dalamnya: Allah datang dengan penghapus yang besar dan menghapus semuanya. Seperti sebuah arena sketboard. Anda maju mundur, jungkir balik di dalamnya dan tetap bersih. Dan pengampunan Allah sama demikian, bukankah itu sebuah kabar baik?

Tetapi kita perlu untuk menerima pengampunan Allah. Kita mungkin mengetahui pengampunan Allah secara intelektual kita, tetapi kita juga harus mempercayainya, jauh lebih dalam lagi, menerimanya dengan iman bahwa itu benar.

Satu hal yang sering menghalangi kita untuk dapat menerima pengampunan dari Allah yaitu kita tidak dapat mengampuni diri kita sendiri. Anda perlu mengampuni diri anda atas segala kegagalan dan dosa-dosa di masa lalu, baik karena kebiasaan maupun ketergantungan atas segala dosa. Ampuni diri anda! Alkitab mengajarkan kita, “Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka.” (Amsal 4:25).

Pernahkah anda melakukan suatu dosa dan meminta Allah mengampuni anda? Walau pun anda mengetahui bahwa Allah telah mengampuni anda tetapi anda masih merasakan dosa itu membayangi anda? Apakah yang anda lakukan dalam situasi demikian? Apakah anda kembali meminta Allah mengampuni anda lagi? Apakah anda terus menerus mengakuinya berulang-ulang?

Tidak.. Anda hanya perlu mengakuinya dosa anda sekali saja, dan sudah diampuni. Tetapi anda mungkin harus mengampuni diri anda sendiri ratusan kali dan terus mengatakannya sampai itu hilang lenyap: “Allah telah mengampuni saya!”

Kita cenderung selalu mengingat sesuatu yang telah diampuni Allah. Seseorang pernah bertanya kepada Eleanor Roosevelt, “bagaimana anda dapat menyelesaikan banyak hal dalam hidup anda?” Dia merespon dengan, ” saya tidak pernah menyia-yiakan waktu dengan penyesalan.”

Jangan sia-siakan waktu anda dengan segala penyesalan, terimalah pengampunan dari Allah dan belajarlah untuk mengampuni diri anda sendiri.

http:www//imandanpengharapan.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s