Aman Dalam Tangan Tuhan

David Jeremiah

“Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang.”” (Matius 18:14).

Kematian seorang anak tidaklah dapat dijelaskan. Tidak dapat kita pahami. Tetapi kita dapat mempercayai Allah segala penghiburan, yang memastikan setiap hidup kita berharga, setiap jiwa itu kekal, kanak-kanak yang telah mangkat aman dalam tangan Tuhan. Yesus berkata kepada perempuan yang di Galilea, “Jangan menangis; ia tidak mati, tetapi tidur.”” (Lukas 8:52). Daud berkata kepada anaknya yang telah mati, “Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku.”” (2 Samuel 12:23).

Misteri tentang sorga berkembang lebih manis dari apa yang kita pikirkan tentang kanak-kanak yang meninggalkan dunia lebih awal kepada Allah. Kita tidak boleh merasa kehilangan, tetapi melalui itu kita dapat memperoleh sukacita dari Tuhan sebagai kekuatan kita. Kita dapat berkumpul kembali di dalam Tuhan. John MacArthur menuliskan sebuah doa kepada keluarga yang sedang berdukacita, yang disebut dalam salah satu bagian: “ubahkanlah kesedihan mereka menjadi sukacita sebagaimana mereka telah mendapatkan suatu kebenaran bahwa anak tercinta mereka telah aman di dalam tangan-Mu, sekarang dan selamanya, amin.”1

Neither life nor death shall ever, from the Lord His children sever. Karolina Sandell-Berg

1John MacArthur,
Safe in the Arms of Jesus (Nashville: Nelson, 2003), 171.

http://www.imandanpengharapan.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s