Beban-NYA Ringan

Di dalam pesan, “Preparing God’s people to serve!” Kita melihat Tuhan Yesus memberikan contoh pelayanan dengan memperlengkapi yang lainnya untuk melayani kerajaan-Nya. Kita juga melihat setiap kita dipanggil untuk melayani sebagai kasih kita kepada-Nya dan membangun tubuh Kristus. Peranan kita dalam pelayanan mungkin berbeda-beda; tetapi kita semua terpanggil dan diminta untuk menjadi bagian dalam rencana-Nya. Kita semua terbeban untuk memberitahukan kepada orang lain tentang jalan menuju kepada Bapa melalui iman percaya kepada Tuhan Yesus. Paulus menyebutnya pelayanan rekonsiliasi, “Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.” (2 Korintus 5:20).

Tetapi pelayanan (bentuk apa pun) dapat menjadi sukar. Lebih banyak pekerjaan yang akan dilakukan lagi di lapangan dari pada apa yang mungkin dapat kita selesaikan – pekerjaan kita tidak akan pernah selesai. Ini berpotensi menjadi stress yang besar (apa yang kita sebut “kelelahan”) jika kita tidak mempertahankan tujuan yang sejati kita dan mengerti kepada SIAPA kita melayani.

Matius 11:28-30 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”

Sebuah kuk mempunyai manfaat ganda menggandengkan lembu dan membajak. Yesus berkata kenakanlah kuk daripada-Nya dan ikut dalam pekerjaan ladang-Nya. Dia telah memikul beban itu dan menghendaki kita bergabung diri untuk bermanfaat bagi orang lain. Bila kita lakukan, kita akan menghasilkan deretan alur yang terbajak dengan baik. Kita juga akan menemukan beban yang mudah dipikul.

Tetapi membajak dapat menjadi membosankan, maka kita sering berusaha untuk menambah kecepatannya. Kita memikirkan cara untuk dapat menyelesaikan lebih banyak lagi dan mulai melihat pada rumput liar yang bertebaran dan ladang yang lain. Dan berusaha menarik gulma sebanyak mungkin, kita mulai melenceng dari jalur kita dan beban kita pun bertambah berat! Kita pun mendapatkan kita tidak lagi memikul kuk-Nya dan berusaha menarik bajak dengan kekuatan kita sendiri – bukanlah suatu gerakan yang baik.

Banyak tidak selalu lebih baik, cepat tidak selalu mendapat hasil yang diharapkan. Ini menarik apa yang Yesus katakan tanggung jawab kita adalah memikul kuk-Nya berarti kita “belajar dari diri-Nya.” Jika kita berjalan di pihak-Nya itu sudah cukup; jika kita berjalan di pihak-Nya itu pelayanan kita. Ladang akan tetap terbajak, tetapi di dalam proses kita akan diberkati dalam hubungan yang lebih dekat dan lebih dalam dengan Anak Allah.

Jika beban kita menjadi berat-jika kita merasa lelah dan hendak keluar; mari kita periksa apakah kuk-Nya sudah terpasang dengan benar dan apakah kita sudah berada pada jalurnya. Sebuah beban yang berat membutuhkan beberapa penyesuaian – mungkin penyesuai dalam sikap; mungkin penyesuaian dalam prioritas. Mari minta kepada Bapa Sorgawi kita untuk menuntun kita dan membawa kita ke peristirahatan bagi jiwa kita.

Pikullah kuk-Nya dan ingat; beban-Nya ringan

Have a Christ centered day!

Steve Troxel
God’s Daily Word Ministries

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s