Cinta Butuh Pengorbanan

“Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.” (Kolose 1:24).

Apa yang membuat gereja berjalan? Menderita dan berkorban untuk orang lain!

Semua cinta membutuhkan pengorbanan. Tak ada cinta tanpa hal itu! Bahkan cinta Allah ditunjukkan melalui pengorbanan Kristus di atas kayu salib.Tidak ada cela dalam penderitaan Kristus untuk dosa kita, untuk membenarkan di hadapan Allah. Tak ada yang ditambahkan dalam menyelesaikan pekerjaan penyelamatan Kristus. Tetapi untuk gereja bertumbuh secara rohani dan menjadi suatu tempat kasih dan persatuan, penderitaan Kristus di atas kayu salib barulah permulaan. Penderitaan dan pengorbanan yang lebih banyak dibutuhkan.

Kristus ingin anda melanjutkan bentuk kasih-Nya yang berkorban dan mengalami kesakitan karena kasih kepada orang lain, seperti yang berhubungan dengan anda terhadap gereja anda. Dengan pengertian ini, apakah anda merasakan betapa Allah ingin anda mengasihi gereja anda? Adakah penderitaan yang diperlukan? Paulus membandingkan penderitaannya seperti hal melahirkan:

“Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu.” (Galatia 4:19).

Saat anda berhenti berperang melawan kesakitan itu dan menganggap itu seolah suatu ungkapan kasih Kristus melalui anda, anda akan mengalami sukacita dan damai yang belum pernah anda miliki sebelumnya dalam hubungan anda dengan gereja anda

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s